new year late post for early 2014

Sebelumnya mau ucapin Happy New Year dan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. 🙂

Jadi ceritanya ini adalah tulisan saya pertama di tahun baru (rasa lama) ini. Iya. Sudah hampir berjuta masehi saya gak pernah mampir ke sini, *bersihin sarang laba-laba*. Nengok pun engga, apalagi duduk-duduk sambil ngopi disini. Tidak. Saya tidak pernah lupa tapi cuma pura-pura lupa kalo saya (pernah) nulis. Ini mau ngetik pun jadi agak bingung, merangkai kata yang pas malah jadi kaku. Bermaksud ingin agak-agak dramatis kok malah terkesan lebay. hahahha

Baiklah, seperti tulisan-tulisan orang lain saya mau flash back sedikit gimana dan bagaimana kehidupan saya tahun lalu. Terlalu banyak drama, leha-leha *ngikik* dan target yang boro-boro bisa tepat waktu *nangis*.

Drama.

Bukan kita (saya+dia) namanya, bila benar-benar mulus tanpa beda persepsi. Masalah seupil jadi drama, masalah sedaki jadi drama, masalah seketombe jadi drama. Bukan. Bukan karena ego, bukan pula jarak tapi ya karena itu tadi terlalu banyak drama diantara kita. Drama yang syukurnya tidak perlu kami pertontonkan di timeline twitter, di path atau media sosial lainnya. hahahaha. Cukup dan cukup. Drama ini jadi konsumsi kami berdua sebagai penyeimbang energi Yin dan Yang dalam hubungan ini.

Leha-leha.

Entah asal usul kata ini dari mana. 2 kata itu bisa jadi gambaran tepat di awal tahun saya tahun kemarin. Hidup awal tahun lalu, ada target tapi kok ga ngoyo kaya sebelum-sebelumnya. Waktu berasa bahagia hanya untuk keluarga dan teman-teman. Rasanya kok seperti titik stabil semacam ibu rumah tangga beranak 2 yang ga neko dan cuma fokus sama anak suami,wkwkkwk. Titik stabil yang berakhir penumpukan rasa ketidakdisplinan plus amburadulnya manajemen uang dan waktu. 😦

Target yang boro-boro bisa tepat waktu *nangis*

Biar hidup leha-leha harus tetap punya target donk. Iyalah. Mesti. Kudu. Wajib. Tapi apa mau dikata tiap usaha dan doa tidak sesuai dengan target rupanya. Satu-satunya jalan tersisa ya cuma mengamini dengan ikhlas semua target yang belum sesuai kehendak itu. Berpikir positif. Berprasangka baik. Kecewa ditambah air mata wajar itu manusiawi. Tapi selama selalu ada tempat bersandar buat mengeluh. Enjoy aja sih 😀

catatan harian ga penting, harap maklum, jari masih kaku *kretekin*