Membeli Rumah Pertama (Di Bekasi) #ourfirsthome #rumahbiboh

Sharing pengalaman membeli rumah di bekasi

Iklan

Perkara membeli rumah adalah keputusan besar untuk tiap orang. Tiap orang pastinya bercita-cita untuk memiliki rumah sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Begitu pula untukku dan pak suami, selama bersama kami punya kesepakatan untuk PISAH DAN HIDUP MANDIRI setelah menikah. Entah kami kos atau kontrak, atau pun beli rumah sendiri. Alhamdulilah banget, Allah memang maha Pemurah setahun sebelum menikah kami berdua nekat, nekat 100 persen untuk mengalokasikan SEMUA (harus ya dicapslock hahaha) dana tabungan kita berdua untuk DP rumah. Perjalanan mencari rumah yang kami rasakan benar-benar penuh liku-liku. Sekiranya kami nemu lokasi yang pas eh tapi dana budget tabungan tidak mencukupi, lokasi terlalu jauh aksesnya dari rumah orang tua, lokasi jauh banget tempat kerja tapi bangunannya oke, akses lingkungan rumah ga nyaman tapi dekat ke jakarta sampai hampir saja ditipu makelar rumah. -.-

Selama mencari prioritas kami tidak pernah muluk-muluk, kami hanya ingin lokasi yang pas tidak terlalu jauh ke stasiun kereta api, akses jalan tol, akses ke tempat kerja, lingkungan perumahan, jalanan masuk mobil, di bekasi kota, bangunan rumah harus baru ya minimal luas 60mtr ya, Bebas banjir. Tapi dengan satu syarat penting yaitu harus masuk budget karna kami berencana membeli dengan KPR.

Untuk pemilihan daerah rumah, sudah pasti di Bekasi. Hahaha (pak suami ngalah :p)

Kenapa Bekasi? Karena kami berdua kerja di Jakarta. Dan saya yang notabene yang sudah sejak kecil pindah dan tinggal di Bekasi dari wilayah Jakarta Utara. Selain itu, orangtuaku, kakak, teman dan hampir semua saudara berada di Jabodatabek. Menurut kami bekasi ke jakarta memiliki jarak yang lebih dekat dibanding dengan daerah lain. Walaupun banyak hal yang dianggap miring oleh orang-orang, eh hey! Bekasi masih jadi salah satu primadona dalam investasi properti, apalagi tahun 2018 Tol becakayu seksi awal sudah mulai beroperasi. Yay!

Selama pencarian rumah, kami mencari banyak sekali informasi dan referensi mulai dari mendatangi pameran rumah di JCC, mantengin market place dan berbagai website properti di internet (olx, rumah.com, rumahdijual, kaskus dan apa pun lainnya) hampir tiap hari lho . Untuk fokus lokasi kami hanya fokus di dua titik yaitu kota bekasi utara dan kota bekasi barat. Tapi pak suami keukeuh maunya yang masih pinggiran jakarta banget. Titik. Gitu katanya. Akhirnya saya pun mulai mengerucutkan daerah kembali untuk 2 fokus wilayah tersebut.

  1. Bekasi utara (pondok ungu permai, perwira)
  2. Bekasi Barat (Bintara, Harapan Indah, Harapan Baru, Kranji)

Kembali untuk dikerucutkan, pak suami memilih untuk daerah bintara dengan catatan yang TIDAK BANJIR ya. Kenapa ga di harapan indah? Sebenarnya kami suka dengan jalanan yang lebar, bangunan ok. Tapi harapan indah bagian depan-depan yang tidak banjir ya dan sayangnya yang bagian depan itu yang ga masuk budget. Ada perumahan pengembangannya si developer namanya macem-macem ada Segara City, De residence. dan lain lain. Eh tapi masuk dalem pelosoknya jauh dan suami ga mau. Katanya jauh ke stasiunnya. -,- maksimal maunya 3 km ke stasiun. Zzzzz

Akhirnya kami memutuskan untuk mencari rumah di daerah Bintara. Tapi memang harus benar-benar pintar memilih, rumah di daerah bintara menurut saya kisaran harganya terlalu mahal dengan kualitas lokasi dan spek bangunan yang biasa-biasa saja. Karena memang lokasinya yang strategis dan mepet jakarta timur jadi semua pemilik tanah dan rumah rame-rame deh nyamain harga tinggi.

Selama sebulan sehabis lebaran tahun 2016 kami ngupek seplitekan daerah bintara untuk mencari jodoh yang pas. Selain beberapa prioritas tadi, kami punya prinsip membeli rumah adalah untuk jangka panjang bukan untuk setahun sampai tiga tahun saja. Jadi memang harus penuh doa juga buat meyakinkan kalau pilihannya sudah tepat.

Akhirnya setelah beberapa drama pencarian, kami memutuskan bahwa jodoh kami ada di perumahan di bintara 9 ini. Lokasi akses menuju perumahan ini memang bukan jalan raya super lebar selayaknya Harapan Indah tapi aman untuk akses 2 mobil. Beberapa hal yang bikin kami kepincut yaitu :

  1. Harga masuk budget !
  2. Luas 72mtr (lebar 6m x panjang 12m) dan sudah cukuplah kami rasa untuk keluarga kecil kami.
  3. Bangunan sudah full dan kami bisa buat layeout denah sendiri (Yay!)
  4. Kualitas bangunan lumayan (full sampai belakang dan tambahan dak atas dengan tangga beton untuk akses ke ruang jemuran baju)
  5. Bonus pagar, jetpump. Pokoknya tinggal masuk aja.
  6. DP bisa kita cicil setelah pernegoan.Hahaha Alhasil alhamdulilah kita bs adjust DP sampai 50 Persen. Jadi plafon kredit ke bank kita bs minimalisir menjadi 7 tahun. Yayy. Alhamdulilah.
  7. Lokasi ke stasiun Cakung cuma 3 km kurang lebih. Akses ke tol bintara 4 km dan ke akses tol kalimalang 2 atau pondok kelapa cuma 1 km.
  8. Lingkungan Tidak Banjir, suasana perumahannya tenang dan dengan security 24 jam.
  9. Lingkungan rumah sudah ramai dan banyak tetangga.

Beberapa pertimbangan tersebutlah yang akhirnya meyakinkan kita untuk akhirnya membeli rumah pertama kami itu. Tepat 6 bulan setelah cicilan DP Lunas dan bangunan siap huni maka Pak Suami resmi nempatin duluan udah jadi bukan anak Kos lagi. Tapi jadi budjangan di rumah sendiri dan akhirnya di bulan ini saya pun sudah resmi jadi nyonya rumah. Hamdallah.

Semoga rumah pertama kami membawa berkah untuk keluarga kecil kami. Amin.

Semangat untuk pejuang lain yang sedang menabung untuk mewujudkan mimpi punya rumah sendiri dan semoga lekas diwujudkan keinginannya Amin. πŸ™‚