Shampoo untuk rambut rontok [Review of : Makarizo Vorsatz Hairloss treatment system Shampoo]

Halo Maret 2016.

Selamat hari International women’s day.

Untuk seorang perempuan rambut adalah mahkota. Rambut sehat dan tidak bermasalah pastinya keinginan setiap semua perempuan. Pun termasuk saya. Kali ini saya mau bahas tentang rambut dan pengalaman repotnya saya saat pilah-pilih produk perawatan rambut. Dalam hal perawatan rambut saya tidak tau kenapa selalu sulit untuk bisa dapat produk yang bisa cocok dan bisa continue using buat jangka panjang alhasil saya sering banget coba-coba produk perawatan rambut terutama shampoo. Terlebih saat rambut semakin mulai makin gondrong makin banyak permasalahan yang muncul juga.

Beberapa masalah rambut saya umum adalah rontok, tipis, messy, oily di kulit kepala, ujung rambut kering. kadang ujungnya juga bercabang kadang lemes gampang diatur tapi kadang bisa juga jabrik ga jelas. Pokoknya ya type rambut ababil deh. Kadang pun muncul ketombe kalau produk yang saya pakai ga cocok. Kebiasaan saya yang suka pakai hairdryer sehabis keramas tentunya juga bisa jadi faktor penyebab kenapa ujung rambut suka muncul percabangan. Selebihnya, rambut saya masih lumayan oke dan masih hitam legam, karena sampai saat ini saya belum pernah mencoba curly, hairperming, haircoloring, rebonding dan semacamnya. Cuma sebatas curly sendiri atau catok sendiri di rumah dan itu pun tidak sering, semisal ada acara khusus atau kondangan. Memang saya juga kurang suka dan lebih prefer original dan lebih suka creambath dan hairmask saja. Selama masih bisa dilakukan sendiri ya dikerjain sendiri dan saya pun juga jarang banget pergi ke salon.

 

Untitled-1

Nah, dalam hal pilih-pilih shampoo ada banyak produk mass market biasa yang sudah pernah saya coba. Biasanya saya selalu mencoba pastinya yang paling terjangkau kantong dulu lah ya. Makanya sebisa mungkin kita harus pintar dalam pilah pilih shampoo yang sesuai dengan jenis kulit kepala dan kondisi rambut kita. Beberapa merek produk yang pernah saya coba yaitu Pantene Antidandruff, Zinc shampoo, Clear, Sari Ayu Hijab, Garnier Neril, L’oreal total repair shampoo, Selsun Blue (karena saat itu ketombe lagi parah sekali) dan sampoo bayam dari Mustika Ratu saya pun pernah mencobanya. Tapi pada akhirnya memang ya belum cocok satu pun.

Baca beberapa review, ada merek shampoo yang lumayan bikin penasaran dan lumayan hits mungkin untuk para pecinta produk haircare yaitu shampoo kuda, tapi entah kenapa saya kok tidak tertarik-tertarik amat untuk mencobanya. Selain itu botolnya terlalu besar, jadi kalau tidak cocok merasa sayang aja gitu. Yah, walaupun memang isi nya juga lumayan banyak jadi sebanding dengan harganya, but who knows for the quality?

Saat window shopping ke Century minggu lalu saya menemukan shampoo yang kok lumayan sesuai kebutuhan yang memang saat ini masalah terparahnya adalah rontok. Dibandingkan dengan sederet produk lainnya yang saat itu di display, saya tertarik untuk mencobanya. Lanjutkan membaca “Shampoo untuk rambut rontok [Review of : Makarizo Vorsatz Hairloss treatment system Shampoo]”

Iklan

Review dan Analisa Mizon Snail Cream [Skincare Korea]

 

Mulai dari drama, makanan sampai akhirnya sekarang saya ikut terbawa arus mencoba skincare korea. Bukan tanpa alasan lho saya penasaran sama produk-produk skincare korea yang lagi booming. Kurang lebih hampir setahun yang lalu, entah kenapa kulit wajah saya jadi sensitif dan jerawatan. Padahal sebelumnya, jenis kulit saya itu benar-benar jenis ‘kulit badak’. Perawatannya enggak neko-neko, cukup acne facial foam ponds, pelembab dan bedak baby. Murah meriah, enteng kantong. Walaupun, komedo masih tetap setia, tapi berhubung masih rajin eksekusi dengan facial di salon, kokomedoan masih bisa diusir.

Namun, seperti cewek-cewek yang ‘benar-benar’ cewek saya pun memendam hasrat pengen punya wajah kinclong. Berangkatlah saya kala itu untuk perawatan di natasha skincare. How? Big No. Muka sih ga jerawatan tapi kok kusamnnya masih. Setelah itu, atas rekomendasi teman saya perawatan ke Dr.DL Skincare. Tempat skincare ini emang ga terlalu terkenal macam Erha, tapi banyak pasiennya yang berhasil dan cabang skincare ini juga sudah cukup banyak dari tanggerang, jakarta timur, jakarta utara, sampai bekasi. Iyak. Saya pun hanyut mau coba-coba. Ingat betul dulu pertama kali datang konsul ke tempat itu, direkomendasiin untuk chemical peeling sampai microdermabrasi, pake cream pagi, cream malam, cream jerawat dan facial foam. Berapa biayanya? Yak. Memang tidak semahal erha clinic, tapi tetap pernah setengah juta pernah keluar buat sekali perawatan. *nangis* Lanjutkan membaca “Review dan Analisa Mizon Snail Cream [Skincare Korea]”