Inilah Indonesia: Mengapa Pesta Pernikahan itu Mahal?

so what do you think?

Kompilasi Perkara Yogi Saputro

Karena untuk sewa tempat, membuat undangan, menyediakan jamuan, menyewa busana pengantin, membeli souvenir, transportasi, dan prosesi pernikahan lainnya. Apakah jawaban yang Anda bayangkan demikian? Kalau iya, tulisan ini akan membawa Anda menyelami alasan yang lebih dalam. Bukankah menurut hukum yang berlaku di Indonesia, pernikahan itu sah asalkan tercatat resmi di KUA? Dalam ajaran agama-agama yang saya ketahui, tidak ada kewajiban yang memberatkan dalam hal pelaksanaan jamuan atau resepsi pernikahan. Terdapat beberapa alasan lain yang mendasari fenomena mahalnya pernikahan. Semuanya berkaitan erat dengan budaya manusia.

Awalnya saya berniat membuat postingan ini dalam rangka merespon sebuah meme. Intisari meme tersebut kalau tidak salah demikian:

Pesta pernikahan itu nggak ada gunanya. Kita mempersiapkan biaya berjuta-juta untuk acara beberapa jam, didandani dan bersalaman dengan orang yang nggak kita kenal.

Saya coba cari file gambarnya di situs sosial media sulit sekali. Entah sudah tenggelam di mana. Mencari di Google tidak kalah sulitnya karena tidak ada kata…

Lihat pos aslinya 1.171 kata lagi

Shampoo untuk rambut rontok [Review of : Makarizo Vorsatz Hairloss treatment system Shampoo]

Halo Maret 2016.

Selamat hari International women’s day.

Untuk seorang perempuan rambut adalah mahkota. Rambut sehat dan tidak bermasalah pastinya keinginan setiap semua perempuan. Pun termasuk saya. Kali ini saya mau bahas tentang rambut dan pengalaman repotnya saya saat pilah-pilih produk perawatan rambut. Dalam hal perawatan rambut saya tidak tau kenapa selalu sulit untuk bisa dapat produk yang bisa cocok dan bisa continue using buat jangka panjang alhasil saya sering banget coba-coba produk perawatan rambut terutama shampoo. Terlebih saat rambut semakin mulai makin gondrong makin banyak permasalahan yang muncul juga.

Beberapa masalah rambut saya umum adalah rontok, tipis, messy, oily di kulit kepala, ujung rambut kering. kadang ujungnya juga bercabang kadang lemes gampang diatur tapi kadang bisa juga jabrik ga jelas. Pokoknya ya type rambut ababil deh. Kadang pun muncul ketombe kalau produk yang saya pakai ga cocok. Kebiasaan saya yang suka pakai hairdryer sehabis keramas tentunya juga bisa jadi faktor penyebab kenapa ujung rambut suka muncul percabangan. Selebihnya, rambut saya masih lumayan oke dan masih hitam legam, karena sampai saat ini saya belum pernah mencoba curly, hairperming, haircoloring, rebonding dan semacamnya. Cuma sebatas curly sendiri atau catok sendiri di rumah dan itu pun tidak sering, semisal ada acara khusus atau kondangan. Memang saya juga kurang suka dan lebih prefer original dan lebih suka creambath dan hairmask saja. Selama masih bisa dilakukan sendiri ya dikerjain sendiri dan saya pun juga jarang banget pergi ke salon.

 

Untitled-1

Nah, dalam hal pilih-pilih shampoo ada banyak produk mass market biasa yang sudah pernah saya coba. Biasanya saya selalu mencoba pastinya yang paling terjangkau kantong dulu lah ya. Makanya sebisa mungkin kita harus pintar dalam pilah pilih shampoo yang sesuai dengan jenis kulit kepala dan kondisi rambut kita. Beberapa merek produk yang pernah saya coba yaitu Pantene Antidandruff, Zinc shampoo, Clear, Sari Ayu Hijab, Garnier Neril, L’oreal total repair shampoo, Selsun Blue (karena saat itu ketombe lagi parah sekali) dan sampoo bayam dari Mustika Ratu saya pun pernah mencobanya. Tapi pada akhirnya memang ya belum cocok satu pun.

Baca beberapa review, ada merek shampoo yang lumayan bikin penasaran dan lumayan hits mungkin untuk para pecinta produk haircare yaitu shampoo kuda, tapi entah kenapa saya kok tidak tertarik-tertarik amat untuk mencobanya. Selain itu botolnya terlalu besar, jadi kalau tidak cocok merasa sayang aja gitu. Yah, walaupun memang isi nya juga lumayan banyak jadi sebanding dengan harganya, but who knows for the quality?

Saat window shopping ke Century minggu lalu saya menemukan shampoo yang kok lumayan sesuai kebutuhan yang memang saat ini masalah terparahnya adalah rontok. Dibandingkan dengan sederet produk lainnya yang saat itu di display, saya tertarik untuk mencobanya. Lanjutkan membaca “Shampoo untuk rambut rontok [Review of : Makarizo Vorsatz Hairloss treatment system Shampoo]”

Halo 2016.

Sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat. 

 

Sebaris kalimat itu tidak tau kenapa selalu aja saya ingat dari jaman sekolah sampai sekarang, lupa tepatnya kapan siapa yang mengenalkan sebaris ringan kalimat tersebut. Pokoknya, sejak saat itu setiap kali saya lagi mengeluh tentang suatu hal, semisal dalam masalah pekerjaan, eh saya ujug-ujug jadi seperti ditegur. Disuruh jadi lebih sabar gitu, karna yang kita lakukan sekarang pasti banyak manfaatnya buat orang lain. Mungkin juga apa yang kita lakukan sekarang memang sepele dan ga keliatan tapi bisa jadi di masa depan atau di saat yang bersamaan orang lain merasa kebantu dengan apa yang kita kerjakan saat ini.

Dan semua orang pun punya caranya masing-masing untuk bisa bermanfaat. Semua orang unik dan bisa banyak bantu orang lain secara happy dan tulus dengan caranya masing-masing dan sesuai kemampuannya. Ya, apalagi ya semenjak jaman sudah kekinian yang apa aja bisa kita cari pake jempol. Mau cari tau apa aja bisa nanya dan tersedia di internet. Sampe urusan jodoh aja sudah banyak kok yang ketemunya dari internet dan facebook kan? Common case gitu deh. Lanjutkan membaca “Halo 2016.”

Pekerjaan Ideal. Perjalanan dan Pencariannya.

 

Pernah ada prolog suatu buku yang saya baca bunyinya seperti ini, “kalau kamu mau berangkat kerja dan serasa seperti mau masuk sumur, tenang saja kamu ga sendirian kok”. Antara lucu dan ironis, saya sendiri memang mengalaminya bahkan setelah sekian lama bekerja. Malah sejak umur 18 tahun seperlulusan sekolah kejuruan dan artinya sekarang sudah menginjak tahun ke 7 saya pernah dan masih bekerja. Idealnya setelah dapat kesempatan bekerja sudah lumayan lama seharusnya saya sudah bisa mendefinisikan beberapa hal yang sering orang lain cari juga antara lain apa sih pekerjaan ideal menurut saya? Sudahkah saya menikmatinya? Sudahkah saya bisa 100% menerima segala konsekuensi dari tiap pekerjaan yang nasib tentukan untuk saya? Sudahkah saya sering bersyukur? Sudahkah saya merasa benar-benar passionate dan bahagia?

Baiklah, mari kita ulas dan mulai menganalisa perjalanan hampir 7 tahun saya mengarungi up and down dunia persilatan. Sebelum akhirnya saya (pura-pura) bijak dan idealis mengdefinisikan kelima hal diatas. Lanjutkan membaca “Pekerjaan Ideal. Perjalanan dan Pencariannya.”

Semangat “Pay It Forward”

Pay it Forward.

May could be started from reblogging this writing.
Happy reading !!

Rizki Firmansyah

BB KFCBebarapa waktu lalu seorang penyiar GenFM, Ankatama memposting sebuah kisah menyentuh hati di akun Path-nya. Postingan tersebut becerita tentang pengalamannya naik taksi Blue Bird dengan sopir Pak Alex Ridwan yang memasang foto anaknya di dashboard speedometer taksi yang dia kemudikan.

“Mewek di pagi hari disponsori oleh supir taksi yang majang foto anak bontotnya. Pas gue tanya kenapa taro di situ? Jawabannya…’Biar semangat cari uangnya nak. Minggu depan dia ulangtahun, saya mau ajak dia makan di KFC. Sama beliin tas sekolah’. Lalu aku apa? Ya CRY lah.”

Postingan tersebut kemudian di Re-Path oleh banyak orang dan menjadi viral serta ramai di perbincangkan di media sosial. Tidak hanya di Path, postingan ini juga membuat heboh Twitter dan Facebook. Banyak netizens yang tersentuh dan langsung menaruh simpati pada Pak Alex. Pak Alex adalah representasi dari kisah perjuangan seorang ayah yang gigih bekerja untuk mengumpulkan uang lebih demi merayakan ulang tahun anaknya ditengah segala keterbatasan hidup. Ya, sebuah…

Lihat pos aslinya 487 kata lagi

Simply happines. A momento.

 

Dua jam menuju hari jumat. Hari sakral bagi pekerja, hari yang paling ditunggu dari setiap minggunya.  Meringkuk diatas kasur, guling ke kanan kemudian ke kiri, serba salah dan sesekali meringis atas hadiah yang diberikan setiap bulannya sebagai seorang perempuan. Dan diantara ritual malam harinya, si perempuan mencoba bebersih gallery di smartphonenya. Ritual bebersih yang pada akhirnya membawanya melihat sudah begitu banyak moment yang pernah ada,  pernah singgah, pernah berbekas, dan pernah terlupakan. Lanjutkan membaca “Simply happines. A momento.”

Kutipan Basi

Seperti enzim, situs aktifku adalah kamu.

Senyum kamu adalah inhibisi semangatku.

Doamu jadi substratku.

 

 

Menemukan seburit kutipan yang pernah terlampir di draft dan tidak pernah terpublish.

Seperti sudah merangkai kata tapi tidak pernah terucap.

Seperti sudah dipertemukan tapi tidak pernah ditakdirkan.

Seperti sudah berekspektasi tapi Tuhan memberikan APA yang kita butuhkan bukan APA yang kita harapkan.

Seperti sudah gambar alis tapi kemudian ndak jadi pergi.

:'(😠😒

Pfffttthhh.